Galau Seorang Honorer

logo honorerIni adalah komentar Pak Ahamd di posting di download NUPTK terbaru, Yang curhat dengan segenap emosinya yang meledak-ledak, tapi tidak tahu meledak ga yah.. maaf pak Ahmad. Piss.. Berikut komentarnya:

 

“Salam buat semuanya .

  1. Ssaya mw tanya kenapa Tendik (TU) tidak disertifikasi padahal yang membuat datanya kan TU ? seharusnya disamakan donk.
  2. Kenapa yang selalu diangkat menjadi CPNS hanya yang honor di Sekolah negeri saja ? padahal setatusnya sama . yaitu sama-sama pendidik dan tenaga kependidikan.dan memakai program yang di produksi oleh dinas pendidikan juga.
  3. Berarti tanggung jawab sama di pikul dan untungnya masing masing individu dunk.
  4. Kami dari yang swasta berharap diangkat sebagai CNPS seperti yang honor di sekolah negeri

Semoga ada tanggapan dari yang bersangkutan.
terimakasih banyak sebelumnya.

Deli Serdang
Sumatera Utara”

Terima kasih pak Ahmad atas komentarnya di Blog Majalengka ini, sebelumnya mohon maaf  kalau jawaban saya kurang berkenan, karena saya bukan seorang pegawai Dinas atau  soerang PNS, saya sama halnya dengan bapak, saya juga sebagai honorer di salah satu SMA di Majalengka, berikut mungkin bisa menjadi jawaban atau inspirasi buat kita semua:

  1. Masalah sertifikasi untuk TU sejujurnya saya kurang hafal pak, dan yang saya tahu di Tenaga Pendidikan atau Tata Usaha sampai saat ini tidak ada yang namanya sertifikasi, mungkin bapak dan kita semua juga pasti iri kenapa yang disertifikasi kok guru saja, apalagi kita belum menjadi PNS, itu sangat menyakitkan, ditambah lagi para guru biasanya meminta data-data untuk seertifikasi kepada seorang tata usaha, dan biasanya para guru akan meminta bantuannya sampai-sampai kita disibukan oleh sertifikasi dan pusing 7 keliling, dan setelah lulus sertifikasi mereka pada meninggalkan kita, atau bahkan hanya dengan ucapan terima kasih saja. paling banter hanya diajak makan ikan bakar 1 Porsi sama Just alpukat. hahay pengalaman teman inimah, saya juga kebagian ikan bakarnya sih. jadi kebijakan sertifikasi untuk tata usaha masih belum ada informasi dari dinas pendidikannya.
  2. Pengangkatan honorer untuk di Jawa CPNS sebenarnya bisa dari umum pak, itu tergantng kebijakan di daerahnya masing-masing.
  3. Ya itulah nasib sebagai honorer pak, apalagi sebagai honorere di TU, seperti yang saya sebutkan di point pertama, yang sabar saja pak, he… kalau orang PNS bilang ngapain mau jadi honorer kalau ga mau gue kerjain, hahay “sadis”.
  4. Aamiin pak, Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar aspirasi kita semua sebagai honorer, terutama honorer seperti bapak.

 

Inspirasi saja inimah tidak untuk ngajarin yang baca postingan ini.

Menjadi honorer membutuhkan kesabaran dan keihklasan, namanya juga bhakti, kalau kita bekerja bhakti hanya untuk mengejar uang dan jabatan, InsyaAallah tidak akan bisa terpuaskan jiwa raganya sampai matipun. tapi jika dibarengi dengan keikhlasan dan kesabaran serta usaha keras pasti akan berjalan dengan baik.

Pesan untuk saya sendiri dan bagi yang membutuhkannya, JADIKANLAH KERJA HONORER itusebagai KERJA SAMPINGAN, untuk menyambung hidup sehari-hari carilah pekerjaan lain yang bisa menghasilkan keuntungan dan dapat mencukupi kehidupan sehari-hari, Mari bersama-sama rubah pola pikir kita, kita sekarang jadi honor bukan sebagai pekerjaan utama, jika kemudian hari kita  diangkat jadi PNS nantinya itu adalah hadiah buat kita. bukan begitu?, Wong yang sudah PNS saja masih kekurangan dan coba perhatikan para guru-guru dan para PNS lainnya semuanya tidak ada yang kaya dari PNS, (kalau tidak korupsi heehehe..).

Sebagai contoh saja, banyak para honorer yang menjadikan kerja honor tersebut sebagai sampinganya, dan ada juga yang menyebut honorer itu hanya untuk berbagi ilmu, mengasah kemampuan, tempat belajar dan masih banyak lagi, tapi walaupun demikian menjadi honorer sebagai sampingan masah profesionalitas dan tanggung jawab harus dijunjung tinggi.

Ada banyak usaha yang bisa disandingkan dengan pekerjaan kita menjadi honorer. Sebagai  contoh teman profesi saya sebagai honorer dia mengajar mata pelajaran Matematika, tetapi di rumahnya dia adalah pengusaha genteng. Ada juga seorang teman deket pekerja honorer di Tata usaha sekolah SMA dan di rumahnya dia memiliki pabrik tahu, jualan pulsa dan bisnis lainnya. Bahkan saya sendiri honorer di sebuah SMA hanya dijadikan sebagai sampingan, karena menjadi honorer banyak waktu yang longgar maka pekerjaan yang bisa menghasilkan di luar kerja honorer saya manfaatkan untuk berbisnis batu alam dan bibit tanaman, membuat blog atau bisnis online, dan menjadi seorang petani jeruk pun saya lakukan, jadi jika suatu saat nanti ada pengangkatan atau pendaftaran CPNS kemudian kita bisa jadi PNS itu merupakan anugerah, mudah-mudahan saja ini bisa merubah pola pikir kita semua termasuk saya sendiri bisa bertahan dengan polapikir demikian.
Buat Pak ahmad tetap semangat ya pak, kita memang senasib, tapi nasib bisa kita rubah oleh kita sendiri. jangan lupa berdoa juga.

Go to top