Ensiklopedia Majalengka

logo-kabupaten-majalengkaEnsiklopedia Kabupaten Majalengka. Majalengka adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukota Majalengka adalah Majalengka.

Kabupaten majalengka berbatasan dengan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan di sebelah timur, Kabupaten Indramayu di sebelah utara, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya di sebelah selatan selatan, serta Kabupaten Sumedang di sebelah barat.

Kabupaten Majalengka terdiri atas 26 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. 13 kelurahan tersebut yaitu:
Babakanjawa
Cicenang
Cicurug
Cigasong
Cikasarung
Cijati
Majalengka Kulon
Majalengka Wetan
Munjul
Simpeureum
Sindangkasih
Tarikolot
Tonjong
Pusat pemerintahan di Kecamatan Majalengka. Kantor Bupati terletak di Pendopo, berada di selatan dari Alun-alun Majalengka berdekatan dengan Masjid Agung Al Imam Majalengka.

Daftar Bupati yang telah memimpin Majalengka:
RT. Dendranegara 1819 – 1848
RAA. Kartadiningrat 1848 – 1857
RAA. Bahudenda 1857 – 1863
RAA. Supradningrat 1863 – 1883
RAA. Supriadipraja 1883 – 1885
RMA. Supraadiningrat 1885 – 1902
RA. Sastrabahu 1902 – 1922
RMA. Suriatanudibrata 1922 – 1944
RA. Umar Said 1944 – 1945
R. Enoch 1945 – 1947
R.H. Hamid 1947 – 1948
R. Sulaeman Nata Amijaya 1948 – 1949
M. Chavil 1949
RM. Nuratmadibrata 1949 – 1957
H. Aziz Halim 1957 – 1960
H. RA. Sutisna 1960 – 1966
R. Saleh Sediana 1966 – 1978
H. Moch. S. Paindra 1978 – 1983
H. RE. Djaelani, SH. 1983 – 1988
Drs. H. Moch. Djufri Pringadi 1988 – 1993
Drs. H. Adam Hidayat, SH., M.Si 1993 – 1998
Hj. Tutty Hayati Anwar, SH., M.Si 1998 – 2008
H. Sutrisno, SE., M.Si 2008 – 2013

Transportasi
Pada tahun 2010 direncanakan Bandara Internasional Majalengka akan mulai dibangun. Majalengka dilintasi jalan provinsi (jalur Cirebon-Sumedang-Bandung). Dahulu kabupaten ini dilintasi jalur kereta api Cirebon-Palimanan-Kadipaten, namun saat ini tidak difungsikan lagi.

Jalur utama di Ibukota kabupaten Majalengka adalah Jalan Kyai Haji Abdul Halim, yang membelah kota Majalengka dan berujung di Perempatan Cigasong, sebagai jalan yang paling di perhatikan oleh pemerintah Kabupaten Majalengka Jalan ini selalu di Perluas setiap akan memasuki Hari Raya Idul Fitri atau hari besar lain nya. oleh karena itu, banyak cabang perusahaan yang menetap di pinggiran jalan ini. Selain itu akan direncanakan pembangunan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisundawu) dan Cikampek-Palimanan yang akan melintasi wilayah Kab. Majalengka. Itulah profil Kabupaten Majalengka.

Sumber: wikipedia.org

Pemprov Jabar Tidak Setuju Bandara di Majalengka

bandara-international-karawangInformasi bandara international Majalengka atau Majalengka International Airport yang sudah berkumandang sejak lama, kini diterpa isu tidak sedap dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang merasa keberatan dengan rencana pembangunan bandara internasional di kecamatan Kertajati, Majalengka.

Alasan tidak disetujui pembangunan bandara di Majalengka dikemukakan oleh Kepala BAPEDA Pemprov Jabar Deny Juanda yang menyetujui rencana pembangunan bandara internasional Karawang karena merupakan hasil studi Metropolitan Prioroty Area yang dilakukan JICA, perusahaan konsultan asal Jepang. Berikut pernyataanya:

“Kita sudah disampaikan keberatannya. Lebih baik konsentrasi besarkan Cengkareng yang sudah dikenal di dunia daripada buat yang baru. Lalu Kertajati, mari kita kembangkan pembangunan di Jabar,” kata Deny, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/11/2011).

Padalah dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat, bandara internasional akan dibangun di Kertajati Majalengka, Jawa Barat.

Fungsi dari bandara International karawang ini untuk memenuhi kebutuhan Jakarta sebagai pusat ekonomi, industri, pemerintahan, wisata dan lainnya.

Deny menambahkan, pihaknya telah menyampaikan konsep untuk membangun Jakarta perlu melibatkan daerah di sekitarnya. Konsep tersebut adalah metropolitan kembar Bodetabek (Bogor, Depok, Bekasi). Bodetabek inilah yang seharusnya turut dibesarkan, bukan hanya Jakarta saja.

“Sehingga kita punya metropolitan kembar,” ujarnya.

Dia mengusulkan supaya kantor kementerian tidak terpusat di Jakarta supaya kebijakan bisa terdistriusi dengan baik dan keramaian tidak terpusat di Jakarta.

Misalnya, kementerian bisa di Depok dan sekitarnya. “Saya enteng saja misalnya Menteri Perindustrian di Bekasi saja karena 60 persen industri ada di Bekasi. Nanti kalau presiden rapat kabinet kan dekat. Tapi nanti Bekasi akan jadi maju,” usulnya.

Namun, jika akhirnya Metropolitan Prioroty Area tetap menghendaki pembangunan bandara Karawang, tentu presiden harus mengeluarkan peratuan presiden (Perpres) untuk mengubah dokumen RTRW yang ada.

“Bahwa nanti hasil studi menghendaki tetap di Karawang, ya kita kan NKI, jadi harus dikeluarkan Perpres, maka dokumen negara lainnya harus berubah,” pungkasnya.

Berita tersebut bagi warga Majalengka mungkin sebagian kecewa dan mungkin sebagian juga merasa senang karena bandara International Majalengka tidak jadi dibangun.

Dari berita tersebut menurut anda bagaimana?. apakah ada motif politik atau motif lainnya?, silahkan berkomentar.

Go to top